I Nyoman Hesika Indra Darmawan

The experienced Web DeveloperDigital Marketer Digital TransformationSEO and Social Media

Bersiap, Sebuah Instruksi Dapat Mengubahmu Selamanya

Siluet Judo

Di suatu desa di Jepang, terdapat seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Meskipun dia terlahir tanpa tangan kirinya, dia dikenalsebagai laki-laki yang sangat bersemangat dan energik.  Dan pada satu hari dia mendaftar  judo yang diajar oleh master Judo Jepang yang sudah cukup tua.

Pada hari pertamanya latihan, dia diajari satu teknik bantingan dalam judo yang cukup sulit, oleh master Judo tersebut. Pada latihan di minggu kedua, laki-laki inipun diminta untuk latihan satu teknik bantingan tersebut. Begitupun pada minggu-minggu berikutnya, dia hanya diminta untuk mempelajari gerakan yang sama, secara berulang ulang.

Anak laki-laki ini dapat melihat bahwa, peserta didik judo yang lain diajari berbagai macam teknik, namun dia sama sekali belum paham, bahkan sampai 3 bulan dia berlatih, master Judo hanya mengajarinya satu gerakan yang sama.

Akhirnya pada suatu hari, anak ini bertanya kepada gurunya, “Sensei, tidakkah saya perlu mempelajari gerakan yang lain?”

Kemudian dijawab oleh Sensei  tersebut, “Fokuslah pada satu gerakan bantingan ini. Hanya gerakan ini yang kamu ketahui, namun inilah satu satunya gerakan bantingan yang perlu kamu ketahui.”

Anak laki-laki tersebut tidak sepenuhnya paham apa yang disampaikan oleh Sensei tersebut, namun dia tetap melanjutkan latihan seperti yang telah diinstruksikan.


Beberapa bulan kemudian, Sensei mendaftarkan anak laki-laki tersebut ke sebuah turnamen Judo. Dan turnamen ini adalah pengalaman baru baginya. Melihat banyak peserta lain yang lebih berpengalaman dan lebihterlatih, anak laki-laki ini merasa ragu-ragu dan agak takut.

Secara mengejutkan, anak laki-laki ini memang di dua pertandingan pertama. Pada pertandingan ketiga, yang memang terasa lebih sulit, dengan teknik yang dia miliki dan sebagai satu-satunya teknik yang dia ketahui ,dia kembali bisa menang dan lanjut pada putaran berikutnya.

Pada putaran keempat, dia kembali mengahadapi lawan yang jauh lebih kuat dan lebih tangguh, namun luar biasanya, dia pun memenangi putaran ini dan maju ke putaran Final, dengan lawan yang lebih hebat dari sebelum-sebelumnya.

Beberapa kali anak laki-laki tanpa lengan kiri ini terlihat mampu menguasai jalannya pertandingan.  Namun, lawan yang lebih tangguh tidak mengurangi hasratnya untuk menang. Lawannya terus melancarkan serangan dengan semua teknik yang dia miliki. Menyadari bahwa anak laki-laki ini bisa saja mengalami luka yang lebih parah, wasit menghentikan jalannya pertandingan.

Namun sang master Judo meminta wasit untuk membiarkan anak didiknya untuk melanjutkan bertanding.

Begitu pertandingan dimulai kembali, lawannya membuat suatu kesalahan dan melonggarkan penjagaannya. Kesempatan itu digunakan oleh anak laki-laki tersebut untuk melancarkan serangan dengan teknik bantingan yang dia kuasai. Akhirnya dia memenangkan pertandingan , hanya dengan menggunakan satu-satunya teknik gerakan yang dia ketahui.


Pada perjalanan pulang, Sensei  dan anak laki-laki itu mengulas kembali setiap gerakan yang dilancarkan oleh lawan-lawannya. Merasa tidak percaya dengan kemenangannya, anak laki-laki ini memberanikan diri bertanya kepada Sensei, mengapa hanya dengan hanya menguasai satu gerakan saja, dia bisa menang.

“Kamu dapat menang, karena dua alasan,” Sensei tersebut menjawab. “Pertama, dengan beberapa bulan latihan rutin dan penuh dedikasi, kamu menjadi master dalam teknik bantingan yang sangat sulit di antara seluruhteknik yang ada pada judo. Dan kedua, pertahanan yang dapat digunakan untuk menepis teknik bantingan yang kamu pelajari tersebut hanyalah, jika lawan dapat memegang dan mengunci lengan kiri kita.”

Dengan kerja keras anak laki-laki itu dan kebijaksaan dari Sensei, kekurangan terbesar dari anak laki-laki tersebut telah diubah menjadi kekuatan terbesar dalam dirinya.


artikel sama dapat juga dibaca di kanal

Artikel Menarik Lainnya

Please follow and like us:

One Comment

  • […] tengah perjalanan, sang Buddha merasa haus dan meminta salah satu muridnya untuk mencari air. Murid tersebut langsung menuju sumber air terdekat, dan dia menemukan sungai yang memiliki air […]


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *