I Nyoman Hesika Indra Darmawan

The experienced Web DeveloperDigital Marketer Digital TransformationSEO and Social Media

Apa Pelajaran Berharga yang Paling Berkesan dalam Hidupmu?

Siluet Person - Indra Darmawan

Sebagian dari kita tentu paham, bahwa setiap perjalanan hidup dapat memberikan pelajaran berharga. Jika kita mampu memberikan sedikit saja perhatian yang kita punya untuk setiap pelajaran itu, maka kehidupan kita akan semakin berarti.

Tiga cerita menarik berikut, sangat bagus sebagai tambahan pelajaran untuk kehidupan kita.


Pria yang Membawa Lampu

Disebutkan terdapat seorang pria yang sudah cukup tua. Dia sebatang kara dan tidak memiliki tempat tinggal. Jadi setiap hari dia berjalan dari satu tempat ke tempat lain, untuk berteduh dan mencari sesuatu yang bisa dimakan. Pria ini telah buta sejak remaja karena kecelakaan. Dan kebiasaan uniknya adalah, selalu membawa lampu setiap keluar di malam hari.

Pada suatu waktu, pria ini keluar dan berjalan di malam hari untuk mencari makanan. Di tengah perjalanan yang akan dilaluinya, dia mendengar sekumpulan remaja sedang berkumpul.

Para remaja ini menyadari bahwa pria itu buta. “Hey, orang buta.” para remaja itu meneriaki pria ini. “Kamu tidak bisa melihat, untuk apa membawa lampu segala. Merepotkan diri sendiri saja.”

Pria buta ini tersenyum dan menjawab, “Aku selalu membawa lampu ini di malam hari bukan untuk diriku. Tapi untuk menerangi, supaya orang lain dapat melihatku di malam hari yang gelap. Sehingga aku tidak lagi ditabrak seperti sebelum sebelumnya.”

Mendengar jawaban itu, para remaja ini merasa malu dan langsung meminta maaf kepada pria ini serta mempersilakan melanjutkan perjalanannya.

Pesan Moral : Jangan pernah menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya saja. Serta selalu gunakan sudut pandang orang lain untuk dapat menilai secara objektif.


Lepaskan Saja, Biarkan Berlalu

Alkisah ada seorang Buddha yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Pada suatu hari, dia memutuskan untuk pergi ke kota lain untuk sebuah perjalanan suci, bersama murid-muridnya.

Di tengah perjalanan, sang Buddha merasa haus dan meminta salah satu muridnya untuk mencari air. Murid tersebut langsung menuju sumber air terdekat, dan dia menemukan sungai yang memiliki air yang sangat jernih dan bening.

Namun, si murid melihat banyak orang yang sedang mencuci baju di sungai tersebut. Sehingga sungai menjadi kotor. Belum lagi kemudian dia melihat ada sekelompok sapi yang melintas di pinggir sungai. Lumpur dan tanah naik, sehingga membuat sungai menjadi keruh.

Murid ini berfikir, tidak mungkin dia memberikan air kotor seperti ini kepada sang Buddha. Dia kembali dan melapor, “sumber air sangat kotor karena lumpur dan tanah, saya tidak bisa mengambilnya.”

Sang Buddha menjawab, “Baiklah, kita istirahat dulu di pohon ini”. Setelah satu setengah jam, sang Buddha kembali meminta muridnya untuk mengambil air di sungai tersebut.

Murid tersebut langsung menuju sungai, dan benar saja, sungai sudah kembali jernih dan bening. Tidak ada lumpur ataupun tanah yang tercampur dengan air. Dengan wadah yang sudah disiapkan, murid ini mengambil air secukupnya dan kembali ke lokasi istirahat Buddha.

Sang Buddha melihat air tersebut dan melihat kepada muridnya, kemudian berkata. “Lihatlah air itu, meskipun sebelumnya kotor dan keruh, namun dengan memberi sedikit waktu, dia mampu kembali bersih dan jernih. Kamu bisa mendapatkan air yang jernih, tanpa perlu banyak usaha.”

Pesan Moral : Pikiran kita layaknya air tersebut. Kadang menjadi sangat keruh dan rumit karena banyak hal. Tanpa perlu usaha yang banyak, secara perlahan pikiran akan kembali jernih dan bisa berfikir dengan baik kembali. Kita dapat menilai dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan kita saat kita tenang.


Tujuh Keajaiban Dunia

Seorang anak umur 9 tahun bernama Dinda, berasal dari desa terpencil. Dia telah tamat dari Taman Kanak-Kanak. Berikutnya dia akan masuk sekolah dasar. Dinda sangat senang karena diterima di sekolah yang cukup favorit di daerah tersebut.

Di hari pertamanya sekolah, dengan tidak sabar dia menunggu bus sekolah yang akan menjemputnya. Begitu bus datang, Dinda langsung masuk dengan sangat riang.

Setibanya di sekolah, Dinda langsung menuju kelasnya dan bertemu dengan rekan-rekan kelasnya. Menyapa semuanya dengan semangat.

Melihat dari pakaian yang digunakan Dinda, rekan-rekan yang lain mencemoohnya dan meledeknya. Semuanya langsung tahu bahwa Dinda berasal dari desa yang terpencil.

Guru kelas memasuki ruangan kelas dan meminta seluruh murid untuk diam. Kemudian guru kelas memberi ujian dadakan untuk hari pertama kelasnya. Guru ini meminta seluruh murid untuk menuliskan 7 Keajaiban yang ada di Dunia.

Setiap murid kemudian menulisnya di kertas dan langsung mengumpulkannya. Kecuali Diana.

“Apa yang terjadi Diana?” guru tersebut menghampiri Diana dan melanjutkan, “Cukup tuliskan saja yang kamu ketahui”.

Diana menjawab, “Saya hanya berfikir, ada banyak sekali yang bisa saya temukan. Dan saya sedang memilih 7 yang harus ditulis.” Begitu Diana sudah selesai menulis, guru tersebut mengumpulkan hasilnya dan membaca semua nya di depan kelas.

Hampir semua menjawab benar dengan menyebutkan, Piramida di Giza, Tembok Besar China, Taj Mahal di India, Candi Borobudur di Indonesia, Tower Miring di Pisa, Taman Gantung di Babilonia, dan yang lainnya.

Guru tersebut sangat senang, karena murid-murid mampu menjawab soal tersebut dengan baik, Sampai terakhir pada jawaban yang ditulis oleh Diana. Guru tersebut membaca dengan lantang.

“Tujuh keajaiban yaitu : Dapat Melihat, Dapat Mendengar, Dapat Merasakan, Dapat Tertawa, Dapat Berfikir, Dapat Menjadi Baik, Dapat Mencintai.”

Guru tersebut terdiam, begitu juga dengan seluruh murid di kelas. Seorang gadis dari sebuah desa pinggiran, mengingatkan kembali kepada kita tentang berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita, berupa keajaiban yang sesungguhnya.

Pesan Moral : Hargai yang telah kamu miliki, gunakan yang telah kamu miliki, percayai yang telah kamu miliki. Terkadang, kita tidak perlu mencari inspirasi lain. Tuhan telah memberi kekuatan untuk kita dapat mencapai tujuan yang diharapkan.


artikel sama dapat juga dibaca di kanal Medium

Artikel menarik lainnya

Please follow and like us:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *