I Nyoman Hesika Indra Darmawan

The experienced Web DeveloperDigital Marketer Digital TransformationSEO and Social Media

2019 Whatsapp Mulai Sisipkan Iklan di Status

Whatsapp - Indra Darmawan

Wacana penyisipan iklan di salah satu platform teknologi perpesanan yang sedang banyak digandrungi, Whatsapp, nampaknya akan benar-benar terealisasi, mulai 2019 mendatang. Setidaknya begitu menurut juru bicara Whatsapp.

“WhatsApp saat ini tidak menjalankan iklan dalam Status meskipun ini menjadi tujuan masa depan bagi kami, dimulai pada 2019. Kami akan bergerak perlahan, hati-hati dan memberikan detail lebih lanjut sebelum menempatkan iklan dalam status,” ujar juru bicara WhatsApp kepada Techcrunch, dikutip laman zeebiz.com, Selasa, 27 November 2018.

Menurut informasi, saat ini Whatsapp sedang menguji pemasangan iklan di bagian Status dari aplikasi. Tampilan iklan akan mirip dengan aplikasi Instagram dan Facebook. Seperti diketahui, Facebook telah mengakuisisi Whatsapp senilai  US$ 19 miliar pada awal 2014. Setelah sebelumnya juga melakukan akuisisi Instagram senilai US$ 1 miliar pada 2012.

Whatsapp akan melacak aktivitas, hasil dari kolom pencarian, minat dan ketertarikan terhadap konten tertentu. Sehingga dapat ditampilkan iklan yang relevan. Sikap yang diambil oleh Whatsapp ini menimbulkan gejolak di penggunanya sendiri. Mereka mengancam akan memboikot aplikasi yang sudah mencapai user aktif lebih dari 1.5 milyar per bulan.

Rencana penyisipan iklan ini tentu bertentangan dengan tujuan dari pendirinya, mantan karyawan Yahoo! Brian Acton dan Jan Koum. Bahkan CEO Whatsapp kala itu, Jam Koum mengatakan bahwa mereka sangat menghargai privasi pengguna, sehingga menyatakan bahwa Whatsapp bebas dari iklan.

Namun, semenjak diakuisisi facebook, nampaknya hal tersebut dilanggar. Hal ini pula yang menyebabkan kedua pendiri Whatsapp mengundurkan diri dari perusahaan yang sudah mereka bangun tersebut.

Pasti akan terjadi pro dan kontra dengan keputusan ini. Sebagai tambahan, menurut informasi, Whatsapp hanya akan menyisipkan iklan pada Status saja. Tidak sampai kepada chat/obrolan. Karena pengguna adalah sebagai ujung tombak, tentu tidak boleh dipandang sebelah mata. Mengingat jumlahnya yang sangat besar. Namun, sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis, tentu tidak ingin Whatsapp gulung tikar karena tidak ada pemasukan. Dan ujung ujungnya kembali pada penggunanya sendiri.

Nah, gimana tanggapan kalian sebagai pengguna Whatsapp. Apakah rela aplikasi ini disisipi iklan atau tetap seperti semula?


Artikel menarik lainnya

Please follow and like us:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *